Saturday, April 25, 2020

BAB 10

Manusia dan Harapan

Pengertian Harapan

Pernah tidak sebagian dari kita berharap pada sesuatu dan kenapa kita itu selalu berharap, apasih arti dari harapan tersebut?  

Menurut KBBI, harapan sendiri diambil dari kata harap yang artinya minta. Harapan adalah sesatu yang diharapkan terjadi oleh seseorang. Lalu bedanya apa dengan cita cita? Bedanya, cita-cita memiliki bobot harapan dan tanggung jawab yang jauh lebih besar .Sedangkan harapan tidak sekuat cita-cita. Tapi bukan berarti harapan dapat diabaikan. 

Contoh saat seseorang berharap, ketika ada temanmu pulang lebih awal saat sedang berkumpul lalu anda mengatakan "semoga selamat sampai tujuan, atau ketika anda sedang mengumpulkan tugas "semoga bapak/ibu menerima laporan ini".

Kenapa manusia memiliki harapan?, faktor pendorong manusia memiliki harapan ialah karena :

1. Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, sedih , dsb

2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
  1. Kelangsungan hidup (survival)
  2. Keamanan (safety)
  3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
  4. Diakui lingkungan (status)
  5. Perwujudan cita-cita (self actualization)

a. Kelangsungan hidup (survival)
Setiap dari kita selalu ingin Isurvive dalam setiap keadaan. Meski sebagian orang lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya meski sebenarnya kontrak hidupnya belum habis. Tapi, saya yakin itu hanya sebagian kecil saja.

b. Keamanan
Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan rasa perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.

c. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Tapi, sebagai manusia yang berakal, kita harusnya mendahulukan kewajiban ketimbang hak. Termasuk dalam masalah “cinta”. Kalau kita ingin menuntut hak kita untuk dicintai orang tua kita, yaaa kita lebih dulu mencintai mereka, karena itu kewajiban kita.

d. Status
Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara. Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa diri kita.

e. Perwujudan cita-cita
Pada dasarnya itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.

Apa Itu Doa?

Secara bahasa, kata “doa” itu bermakna seruan, jadi berdoa itu artinya menyeru, menucap, memanggil. Sedangkan secara istilahdoa” adalah suatu permohonan atau permintaan dan ucapan kepada Allah SWT sebagai penguasa alam semesta, seperti contoh: meminta ampunan, pertolongan dari hal-hal yang ditakutkan, keselamatan hidup, ucapan rasa bersyukur, minta diberikan rizki yang halal dan ketetapan iman dan Islam, dan lain sebagainya.

Dalam buku Ensiklopedia Islam Al Kamil yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijiri dijelaskan bahwa doa terbagi menjadi dua macam, yaitu doa Ibadah dan doa permintaan. Yang mana antar satu dengan lainnya saling berkaitan.

1.  Doa Ibadah.
Doa ibadah adalah tawassul kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk meraih apa yang diminta, menolak yang dibenci atau menyingkirkan bahaya dengan cara mengiklaskan ibadah hanya kepada-Nya saja. Firamn Allah subhanahu wa ta’ala,
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Al Anbiya: 87-88)

2. Doa permintaan.
Doa permintaan adalah permohonan sesuatu yang bermanfaat bagi yang berdoa untuk mendapatkan manfaat atau menolak bahaya. Firman Allah subhanahu wa ta’ala, “(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,"(QS. Ali Imran: 16)
Dan ketahuilah bahwa semua doa adalah senjata. Senjata bisa ampuh degan kekuatan sabetan dari pemakainya, bukan hanya karea factor tajamnya senjata, tetapi juga didukug dengan kondisi senjata yang sempurna, tidak cacat, seperti badan yang kekar dan tangan yang sangat kuat.
Doa sebagai senjata orang beriman akan bermanfaat sesuia dengan kondisi fluktuasi keimanannya, sesuai kadar kuatnya keyakinan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. keistiqamahan dalam menjalani perintah-Nya dan kesungguhan menjunjung tinggu kalimat-Nya, maka saat itulah doa akan terkabulkan.

Apa itu Kepercayaan

 Sebagai manusia, kita pasti memiliki kepercayaan terhadap sesuatu entah itu percaya dalam hal agama atau yang lain. Tapi apakah kalian tau apa arti dari kepercayaan? Secara umum kepercayaan adalah kondisi dimana seseorang menganggap sebuah premis benar.

Sedangkan menurut Rousseau et al (1998), kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain. Kepercayaan konsumen didefinisikan sebagai kesediaan satu pihak untuk menerima resiko dari tindakan pihak lain berdasarkan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan penting untuk pihak yang mempercayainya, terlepas dari kemampuan untuk mengawasi dan mengendalikan tindakan pihak yang dipercaya (Mayer et al, 1995)

Ada beberapa macam kepercayaan yang telah diketahui, diantaranya :


1. Roh Nenek Moyang
Kepercayan terhadap nenek moyang ini diduga muncul pada saat masyarakat zaman pra-aksara masih mengandalkan kehidupan berburu, mengumpulkan, serta meramu makanan. Kepercayaan ini muncul ketika fenomena mimpi saat manusia tidur. Pada saat itu, manusia melihat dirinya berada di tempat yang berbeda dari tubuh jasmaninya. Mereka percaya bahwa tubuh yang berada di tempat lain itu adalah jiwa. Kemudian kepercayaan ini berkembang bahwa jiwa benar-benar telah terlepas dari jasmaninya. Nah, jiwa yang terlepas itu dianggap dapat berbuat sesuai kehendaknya. Berdasarkan hal tersebut, setiap ada pemimpin yang mati, roh atau jiwanya akan sangat dihormati dan dipuja-puja.

2. Animisme
Animisme adalah tahap kelanjutan dari kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Mereka mulai memahami sebab-sebab gejala alam yang terjadi. Setelah mengetahui fenomena sebab gejala alam yang terjadi, mereka kemudian mencari pemecahan masalah atas fenomena tersebut. Nah, atas dasar perkembangan berfikirnya itu, manusia purba menganggap penyebab terjadinya fenomena-fenomena tersebut adalah roh, sebagai penentu dan pengatur alam semesta. Agar manusia purba itu dapat beraktifitas dengan tenang dan aman, mereka melakukan ritual pembacaan doa, pemberian sesaji, bahkan korban.

3. Dinamisme
Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.

4. Totemisme
Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau.

5. Monoisme
Monoisme atau monoteisme adalah tingkat akhir dalam evolusi kepercayaan manusia. Monoisme merupakan sebuah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pada tingkat ini, manusia mulai berpikir atas apa yang selama ini dialaminya. Mulai dari pertanyaan siapa yang menghidupkan dan mematikan manusia, siapa yang menghidupkan tumbuhan, siapa yang menciptakan binatang, juga bulan dan matahari. Berdasarkan pertanyaan itu, manusia membuat kesimpulan bahwa ada kekuatan yang maha besar dan tidak tertandingi oleh kekuatan manusia.


Teori Kebenaran

1. Teori Kebenaran Korespondensi

Teori kebenaran korespondensi adalah teori yang berpandangan bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespondensi terhadap fakta atau pernyataan yang ada di alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut. Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta. Suatu proposisi adalah benar apabila terdapat suatu fakta yang sesuai dan menyatakan apa adanya. Teori ini sering diasosiasikan dengan teori-teori empiris pengetahuan.
Gejala-gejala alamiah, menurut kaum empiris adalah bersifat kongkret dan dapat dinyatakan lewat panca indera manusia. Gejala itu bila ditelaah mempunyai beberapa karakteristik tertentu. Logam bila dipanaskan akan memuai. Air akan mengalir ke tempat yang rendah. Pengetahuan inderawi bersifat parsial. Hal ini disebabkan adanya perbedaan antara indera yang satu dengan yang lain dan berbedanya objek yang dapat ditangkap indera. Perbedaan sensitifitas tiap indera dan organ-organ tertentu menyebabkan kelemahan ilmu empiris.
Ilmu pengetahuan empiris hanyalah merupakan salah satu upaya manusia dalam menemukan kebenaran yang hakiki dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Penyusunan pengetahuan secara empiris cenderung menjadi suatu kumpulan fakta yang belum tentu bersifat konsisten, dan mungkin saja bersifat kontradiktif. Adanya kecenderungan untuk mengistimewakan ilmu eksakta sebagai ilmu empiris untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi manusia tidak selalu tepat. Pengistimewaan pengetahuan empiris secara kultural membuat manusia modern seperti pabrik. Semua cabang kebudayaan yang terbentuk menjadi produksi yang bersifat massal.
Keberhasilan ilmu eksakta yang berdasarkan empirisme dalam mengembangkan teknologi ketika berhadapan dengan kegagalan ilmu-ilmu dalam menjawab masalah manusia membawa dampak buruk terhadap kedudukan dan pengembangan ilmu-ilmu kemanusiaan. Analisis filsafat tentang kenyataan ini harus ditempatkan secara proporsional, karena merupakan suatu usaha ilmiah untuk membantu manusia mengungkap misteri kehidupannya secara utuh.

2. Teori Kebenaran Koherensi
Teori kebenaran koherensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis. Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawa kepada pernyataan yang lain. Seperti sebuah percepatan terdiri dari konsep-konsep yang saling berhubungan dari massa, gaya dan kecepatan dalam fisika.
 
Kebenaran tidak hanya terbentuk oleh hubungan antara fakta atau realita saja, tetapi juga hubungan antara pernyataan-pernyataan itu sendiri. Dengan kata lain, suatu pernyataan adalah benar apabila konsisten dengan pernyataan-pernyataan yang terlebih dahulu kita terima dan kita ketahui kebenarannya.

Salah satu dasar teori ini adalah hubungan logis dari suatu proposisi dengan proposisi sebelumnya. Proposisi atau pernyataan adalah apa yang dinyatakan, diungkapkan dan dikemukakan atau menunjuk pada rumusan verbal berupa rangkaian kata-kata yang digunakan untuk mengemukakan apa yang hendak dikemukakan. Proposisi menunjukkan pendirian atau pendapat tentang hubungan antara dua hal dan merupakan gabungan antara faktor kuantitas dan kualitas. Contohnya tentang hakikat manusia, baru dikatakan utuh jika dilihat hubungan antara kepribadian, sifat, karakter, pemahaman dan pengaruh lingkungan. Psikologi strukturalisme berusaha mencari strukturasi sifat-sifat manusia dan hubungan-hubungan yang tersembunyi dalam kepribadiannya.
Pengetahuan rasional yang berdasarkan logika tidak hanya terbatas pada kepekaan indera tertentu dan tidak hanya tertuju pada objek-objek tertentu. Gagasan rasionalistis dan positivistis cenderung untuk menyisihkan seluruh pemahaman yang didapat secara refleksi. Pemikiran rasional cenderung bersifat solifistik dan subyektif. 

Adanya keterkaitan antara materi dengan non materi, dunia fisik dan non fisik ditolak secara logika. Apabila kerangka ini digunakan secara luas dan tak terbatas, maka manusia akan kehilangan cita rasa batiniahnya yang berfungsi pokok untuk menumbuhkan apa yang didambakan seluruh umat manusia yaitu kebahagiaan.

3. Teori Kebenaran Pragmatis

Teori kebenaran pragmatis adalah teori yang berpandangan bahwa arti dari ide dibatasi oleh referensi pada konsekuensi ilmiah, personal atau sosial. Benar tidaknya suatu dalil atau teori tergantung kepada berfaedah tidaknya dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk kehidupannya. Kebenaran suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Menurut teori ini proposisi dikatakan benar sepanjang proposisi itu berlaku atau memuaskan. Apa yang diartikan dengan benar adalah yang berguna (useful) dan yang diartikan salah adalah yang tidak berguna (useless). Bagi para pragmatis, batu ujian kebenaran adalah kegunaan (utility), dapat dikerjakan (workability) dan akibat atau pengaruhnya yang memuaskan (satisfactory consequences). Teori ini tidak mengakui adanya kebenaran yang tetap atau mutlak.

Francis Bacon pernah menyatakan bahwa ilmu pengetahuan harus mencari keuntungan-keuntungan untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi. Ilmu pengetahuan manusia hanya berarti jika nampak dalam kekuasaan manusia. Dengan kata lain ilmu pengetahuan manusia adalah kekuasaan manusia. Hal ini membawa jiwa bersifat eksploitatif terhadap alam karena tujuan ilmu adalah mencari manfaat sebesar mungkin bagi manusia. Manusia dengan segala segi dan kerumitan hidupnya merupakan titik temu berbagai disiplin ilmu. Hidup manusia seutuhnya merupakan objek paling kaya dan paling padat. Ilmu pengetahuan seyogyanya bisa melayani keperluan dan keselamatan manusia. Pertanyaan-pertanyaan manusia mengenai dirinya sendiri, tujuan-tujuannya dan cara-cara pengembangannya ternyata belum dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan yang materialis-pragmatis tanpa referensi kepada nilai-nilai moralitas.
 
Aksiologi ilmu pengetahuan modern yang dibingkai semangat pragmatis-materialis ini telah menyebabkan berbagai krisis lingkungan hidup, mulai dari efek rumah kaca akibat akumulasi berlebihan CO2, pecahnya lapisan ozon akibat penggunaan freon berlebihan, penyakit minimata akibat limbah methylmercury hingga bahaya nuklir akibat persaingan kekuasaan antar negara. Ketiadaan nilai dalam ilmu pengetahuan modern yang menjadikan sains untuk sains, bahkan sains adalah segalanya, telah mengakibatkan krisis kemanusiaan. Krisis lingkungan dan kemanusiaan, mulai dari genetic engineering hingga foules solitaire (kesepian dalam keramaian, penderitaan dalam kemelimpahan). Manusia telah tercerabut dari aspek-aspek utuhnya, cinta, kehangatan, kekerabatan, dan ketenangan. Kedua krisis global ini telah menghantui sebagian besar lingkungan dan masyarakat modern yang materialis-pragmatis.

Manusia dan Kegelisahan
Bab 10

Gelisah merupakan salah satu sifat alami manusia ketika sedang merasa cemas. Pernahkan anda mengalami hal tersebut? Tentu saja, karena rasa gelisah akan timbul secara sadar maupun tidak sadar. Nah, apasih yang dimaksud dengan gelisah itu?

Pengertian Kegelisahan

kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti perasaan yang mengganjal,dan merasa hati seperti tidak tentram dan kepikiran sesuatu yang penting sekali buat diri kita dan membuat diri kita tidak nyaman dan merasakan kecemasan. Kegelidahan hanya dapat diketahui dari sikap,wajah seseorang yang seperti menunjukan kekhawatiran,dan gerak geriknya contohnya adalah seperti berjalan mundar mandir sambil menundukan kepalanya dengan wajah murung dan mengepal ngepal kedua tangannya dan tentunya
malas bicara dan hanya diam saja.

Sikap kecemasan itu ada 2 yaitu : Kecemasan neoritis,dan kecemasan moril. Kecemasan neoritis adalah kecemasan yang ditakuti karna bayangannya sendiri, membuat gelisah karena merasa sesuatu yang hebatakan terjadi, dan kecemasan ini juga mengandung rasa phobia, rasa takut karena sesuatu. Kecemasan moril adalah rasa cemas yang disebabkan karena pribadi seseorang yang disebabkan karena merasa iri, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa yang kurang.


Macam-macam gangguan kecemasan

Generalized Anxiety Disorder (GAD) Orang dengan gangguan kecemasan umum (GAD) menunjukkan kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan hampir setiap hari selama setidaknya selama 6 bulan. Hal-hal seperti kesehatan, pekerjaan, interaksi sosial, dan keadaan kehidupan sehari-hari menjadi bahan kecemasan yang berlanjut. Ketakutan dan kecemasan dapat menimbulkan masalah serius dalam kehidupan penderitanya, seperti interaksi sosial, sekolah, dan pekerjaan yang menjadi terganggu. Gejala gangguan kecemasan umum meliputi: Merasa gelisah, lelah, atau gelisah Menjadi mudah lelah Kesulitan berkonsentrasi Mudah tersinggung Kesulitan mengendalikan perasaan khawatir Sulit tidur atau kurang tidur

Baca selengkapnya di artikel "Kenali 6 Jenis Gangguan Kecemasan dan Gejalanya", https://tirto.id/eiM3
 Generalized Anxiety Disorder (GAD)

 Orang dengan gangguan kecemasan umum (GAD) menunjukkan kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan hampir setiap hari selama setidaknya selama 6 bulan. Hal-hal seperti kesehatan, pekerjaan, interaksi sosial, dan keadaan kehidupan sehari-hari menjadi bahan kecemasan yang berlanjut. Ketakutan dan kecemasan dapat menimbulkan masalah serius dalam kehidupan penderitanya, seperti interaksi sosial, sekolah, dan pekerjaan yang menjadi terganggu. Gejala gangguan kecemasan umum meliputi:
  1.  Merasa gelisah, lelah, atau gelisah 
  2. Menjadi mudah lelah 
  3. Kesulitan berkonsentrasi 
  4. Mudah tersinggung
  5. Kesulitan mengendalikan perasaan khawatir 
  6. Sulit tidur atau kurang tidur
Gangguan Panik/Panic Disorder Penderita gangguan panik umumnya sering mengalami serangan panik berulang yang tidak terduga. Serangan panik adalah munculnya rasa ketakutan yang intens yang datang dengan cepat dan hanya berlangsung dalam beberapa menit secara tiba-tiba. Serangan ini dapat terjadi secara tak terduga atau dapat terjadi karena ditimbulkan oleh pemicu, seperti objek atau situasi tertentu yang ditakuti oleh penderita. Selama serangan panik muncul, penderita mungkin mengalami: Jantung berdebar sangat cepat Berkeringat Gemetaran Sensasi sesak nafas, mencekik, atau tersedak Perasaan cemas akan datangnya musibah Orang dengan gangguan panik sering khawatir tentang kapan serangan berikutnya akan terjadi dan secara aktif mencoba untuk mencegah serangan di lain waktu dengan menghindari tempat, situasi, atau perilaku yang dapat memicu serangan panik.

Baca selengkapnya di artikel "Kenali 6 Jenis Gangguan Kecemasan dan Gejalanya", https://tirto.id/eiM3
  Gangguan Panik/Panic 

  Disorder Penderita gangguan panik umumnya sering mengalami serangan panik berulang yang tidak terduga. Serangan panik adalah munculnya rasa ketakutan yang intens yang datang dengan cepat dan hanya berlangsung dalam beberapa menit secara tiba-tiba. Serangan ini dapat terjadi secara tak terduga atau dapat terjadi karena ditimbulkan oleh pemicu, seperti objek atau situasi tertentu yang ditakuti oleh penderita. Selama serangan panik muncul, penderita mungkin mengalami:
  1.  Jantung berdebar sangat cepat 
  2. Berkeringat 
  3. Gemetaran 
  4. Sensasi sesak nafas, mencekik, atau tersedak 
  5. Perasaan cemas akan datangnya musibah 
Orang dengan gangguan panik sering khawatir tentang kapan serangan berikutnya akan terjadi dan secara aktif mencoba untuk mencegah serangan di lain waktu dengan menghindari tempat, situasi, atau perilaku yang dapat memicu serangan panik.


  Gangguan Kecemasan Sosial

  Gangguan Kecemasan Sosial atau Social Anxiety Disorder menurut U.S. Department of Health & Human Services (HHS) adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan kecemasan berlebihan dan ketakutan yang berlebihan dengan situasi sosial sehari-hari. Fobia sosial dapat hanya dibatasi pada satu jenis situasi, seperti ketakutan berbicara dalam situasi formal atau informal, atau makan atau minum di depan orang lain. Bentuk ketakutan yang paling buruk adalah penderita maraca cemas dan takut kapan saja mereka ada di sekitar orang lain.

Cara Mengatasi Kegelisahan

Ada beberapa cara untuk mengatasi kegelisahan :
  •  Mencoba Berpikir Positif
 Salah satu faktor yang sering membuat gelisah adalah seringnya beripikir negatif kepada suatu hal. Belajarlah untuk berpikir positif terhadap apapun yang akan terjadi, selalu optimis dalam melakukan suatu hal. Selain untuk mengatasi kegelisahan, berpikir positif juga berdampak pada kesehatan mental dan pola pikir seseorang.
   Misalnya : Ketika anda menjadi mc di sebuah acara, jangan berpikiran bahwa penampilan anda tidak sebagus yang orang lain lakukan.
  •   Menjadi Objektif
  Jika anda merasa tidak bisa melakukan hal tertentu, cobalah bayangkan jika anda menjadi orang lain. Pikirkan apa yang akan anda katakan pada orang lain di situasi anda.
   Misalnya : jika anda gelisah saat anda akan pergi ke pesta di mana anda tidak mengenal banyak orang atau akan mengikuti wawancara kerja, pikirkan saran yang akan anda berikan pada orang lain dengan situasi yang sama. Jika anda melihat dari sudut pandang tersebut, anda akan bisa melihat bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan anda akan sukses jika anda berusaha.

  • Tidak Membandingkan Diri Sendiri
Cara tercepat untuk merasa gelisah adalah dengan membandingkan diri anda dengan orang yang anda kenal, atau bahkan dengan orang yang anda lihat di televisi. Jika anda melakukannya, anda akan menemukan cara untuk membuat diri anda merasa jelek, miskin, tidak sukses, atau hal memalukan lain hanya karena anda merasa anda tidak bisa bersaing dengan mereka. Berfokuslah pada hal yang akan membuat hidup anda lebih baik menurut standar anda, bukan menurut standar orang lain.

Apa Itu Keterasingan

Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal,sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata terasin gberarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Keterasingan adalahbagian hidup manusia. Sebentar atau lama, orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan sudah tentu dengan sebabdan kadar yang berbeda satu sama lain. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidakdapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.

Kesepian

Kesepian adalah pengalaman subjektif dimana seseorang merasa tidak diperhatikan, sendirian, tidak berharga, tidak dicintai dan feeling disconnected dengan lingkungan sekitar. Julianne Holt-Lunstad seorang peneliti dari Brigham Young University mengatakan bahwa merasa kesepian merupakan problem yang memerlukan perhatian cukup serius karena dapat mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental seseorang.
Kalau kamu pernah merasa kesepian, pasti akan menganggap hidupmu mendadak jadi lebih menjemukan, kamu menjauh dari lingkungan, menolak diajak hangout dengan teman atau pacar, tidak bergairah untuk beraktivitas dan lebih rentan berpikir negatif. Faktor yang menyebabkan kesepian :
 
  •  Harga Diri yang Rendah
Bagi kamu yang menganggap diri kurang berharga cenderung merasa sangat tidak nyaman jika dihadapkan dengan situasi sosial, kan? Bagimu berhadapan dengan orang banyak dan lingkungan yang ramai merupakan situasi yang beresiko sehingga kerap kamu hindari. Orang-orang seperti ini agak kaku dan lamban dalam proses interaksi sosialnya, pasif dan kurang berani mengekspresikan diri dan pendapatnya. Biar tidak merasa kesepian, kamu perlu latihan mengekspresikan diri minimal luangkan waktu untuk berbicara di depan cermin setiap hari.
Kalau kamu bukan tipe orang yang suka ngomong banyak, cobalah untuk menjalin relasi sekaligus mengekspresikan diri melalui jejaring sosial. Misalnya dengan membuat blog lalu menuliskan kisahmu di dalamnya. Kamu bisa memanfaatkan itu untuk melatih keterampilan sosialmu dengan rajin-rajin blog walking dan saling memberi umpan balik mengenai tulisan masing-masing. Kalau sudah berani berekspresi, adakanlah diskusi dengan sesama teman penulis atau teman blogmu.

  • Mood yang Berubah ubah
Penelitian VanderWeele, Hawkley, Thisted dan Cacioppo menemukan sebanyak 229 orang dengan usia dewasa menengah mengalami kesepian dari tahun ke tahun dan kesepian yang tidak ditangani dengan tepat akan mengarah pada gangguan depresi. Jika kamu termasuk orang yang moody, waspadalah bila merasa kesepian dan atasi sesegera mungkin. Jika kesepian yang kamu rasakan terus berlanjut, tidak ada salahnya untuk konsultasi ke psikiater atau psikolog agar memperoleh penanganan yang tepat.


Monday, April 20, 2020

Pengertian Tanggung Jawab

Bab 9


Pengertian Tanggung Jawab
 Sekarang kita masuk ke bab apa itu tanggung jawab. Tanggung jawab sendiri menurut para ahli pendapatnya berbeda beda, jadi saya akan menjelaskan secara umum terlebih dahulu. Menurut KBBI arti tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb).


Tanggung jawab juga merupakan ciri manusia yang beradab atau berbudaya. Manusia akan merasa bertanggung jawab karena menyadari akibat baik atau buruknya perbuatan tersebut dan menyadari juga bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.

Pengertian Tanggung Jawab Menurut Para Ahli
 
Menurut Friedrich August von Hayek
Menurut von Hayek, pada hakikatnya hanya masing-masing individu yang dapat bertanggungjawab yakni mereka yang memikul akibat dari perbuatan mereka. Suatu masyarakat yang tidak mengakui bahwa setiap individu mempunyai nilainya sendiri yang berhak diikutinya tidak mampu menghargai martabat individu tersebut dan tidak mampu mengenali hakikat kebebasan.


Menurut George Bernard Shaw
Menurut George Bernard Shaw, orang yang dapat bertanggungjawab terhadap tindakannya dan mempertanggungjawabkan perbuatannya hanyalah orang yang mengambil keputusan dan bertindak tanpa tekanan dari pihak manapun atau secara bebas.


Menurut Carl Horber
Orang yang terlibat dalam organisasi-organisasi seperti ini adalah mereka yang melaksanakan tanggung jawab pribadi untuk diri sendiri dan orang lain. Semboyan umum semua birokrat adalah perlindungan sebagai ganti tanggung jawab.


Menurut Sugeng Istanto
Pertanggungjawaban berarti sebuah kewajiban memberikan jawaban yang merupakan perhitungan atas semua hal yang terjadi dan kewajiban untuk memberikan pemulihan atas kerugian yang mungkin ditimbulkannya.

Macam-macam Tanggung Jawab dan Contohnya
1. Tanggung Jawab Pada Diri Sendiri

Hal pertama yang harus Anda tanamkan jika ingin menjadi orang yang bertanggungjawab ialah rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Tanggung jawab pada diri sendiri dapat menentukan suatu kesadaran pada setiap pribadi orang utnuk dapat memenuhi kewajibannya sendiri di dalam mengembangkan kepribadian mereka sebagai manusia.

Contohnya: Menjaga pola hidup sehat dan menjauhi narkoba karena narkoba dapat merusak tubuh Anda. Contoh lainnya adalah menjauhi hal-hal yang merugikan Anda dan nama baik Anda.


2. Tanggung Jawab pada Keluarga

Tanggung jawab keluarga terdiri atas ayah, ibu dan anak-anak di dalamnya. Dan pada tanggung jawab ini termasuk didalamnya ada keselamatan, kesejahteraan dan juga kehidupan harmonis didalam suatu keluarga.

Contoh: Ayah mencari nafkah untuk anak istrinya setiap hari. Ibu merawat anak di rumah.


3. Tanggung Jawab pada Masyarakat

Selain pada keluarga, ada pula tanggung jawab pada masyarakat. Tanggung jawab ini harus didilakukan pada setiap anggota masyarakat yang didalamnya. Guna untuk dapat terus melangsungkan hidupnya didalam kelompok masyarakat tersebut. Maka hal yang wajar jika segala perilaku dan juga perbuatan juga harus dipertangjawabkan oleh masyarakat itu sendiri.
 
Contoh: Menjaga kebersihan lingkungan, membayar iuran jaga malam dan ikut melakukan jaga malam.


4. Tanggung Jawab pada Tuhan
Setiap manusia yang telah dilahirkan didunia ini pasti memiliki tanggung jawab kepada Tuhan. Dan setiap orang yang memiliki agama juga tentu pasti tau tanggung jawab apa yang harus ia tanggung.

Biasanya setiap agama memiliki larangan yang tidak memperboleh penganutnya melakukannya. Maka apabila hal tersebut dilanggar, maka orang tersebut akan bertanggung jawab di akhirat kelak.


5. Tanggung Jawab pada Bangsa dan Negara

Tanggung jawab pada negara sendiri meliputi taat pada aturan aturan yang sudah ditetapkan, dan tidak berbuat seenaknya


Pengertian Pengabdian dan Pengorbanan

Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran dan pendapat sebagai perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan yang di lakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu ada hakekatnya yaitu rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras seharian penuh itu untuk mencukupi kebutuhannya. Lain halnya jika kita hanya membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya sebuah bantuan saja.

 
Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengharapkan suatu imbalan maupun pamrih dari orang lain.


Macam Macam Pengabdian
  • Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha
EsaYaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan. Contoh: Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zakat, melaksanakan kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.
  • Pengabdian kepada masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan. Contoh: Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.
  • Pengabdian kepada raja
Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi. Contoh: Seorang gadis dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.
  • Pengabdian kepada negara
Timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa. Contoh: Dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.

  • Pengabdian kepada harta
Ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi harta. Kadang- kadang ia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan hartanya, yang akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.
  • Pengabdian kepada keluarga
Ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.
Jadi dengan melihat pengertian maupun macam- macam pengabdian/ pengorbanan, memahami arti dan makna pengabdian dan pengorbanan, diharapkan kita meneladaninya, karena sebenarnya hakekat pengabdian/ pengorbanan adalah merupakan usaha memikul tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai manusia.