Jenis-Jenis Cinta
Di dalam
dunia psikologi disebutkan bahwa ada 8 jenis cinta pada diri manusia.
Sesuai dengan arti cinta yang disebutkan di atas, adapun jenis-jenis
cinta adalah sebagai berikut:
1. Cinta Agape
Cinta
Agape adalah perasaan cinta terhadap Tuhan, alam, serta semua hal yang
sifatnya spiritual dan altruistik. Menurut para ahli, mereka yang sering
merasakan cinta Agape adalah orang-orang yang sangat perduli pada
hal-hal spiritual.
2. Cinta Mania
Cinta
Mania adalah perasaan cinta di dalam diri manusia yang berlebihan
terhadap orang lain sehingga membuatnya menjadi posesif. Mereka yang
merasakan cinta Mania ini pada umumnya akan merasa tidak berharga bila
cintanya tidak terbalas atau ditinggalkan orang yang dicintainya.
3. Cinta Pragma
Cinta
Pragma adalah cinta yang penuh kebijaksanaan dan kedewasaan dimana
orientasinya adalah cinta yang serius ke arah pernikahan. Namun, cinta
Pragma dianggap bukan cinta yang paling tulus dan membutuhkan proses,
misalnya cinta yang timbul karena perjodohan.
4. Cinta Philautia
Cinta
Philautia adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri dan mengarah pada
narsisme. Pada titik tertentu, cinta Philautia dapat membuat seseorang
menjadi psikopat karena hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa perduli
pada orang lain.
5. Cinta Storge
Cinta
Storge adalah perasaan cinta terhadap keluarga dan kerabat terdekat.
Jenis cinta ini termasuk cinta yang tulus karena tanpa syarat. Misalnya
cinta seorang ibu kepada anaknya, cinta kepada orang tua, saudara, dan
sanak keluarga.
6. Cinta Eros
Cinta
Eros adalah perasaan cinta yang berdasarkan pada hawa nafsu manusia.
Ciri-ciri cinta eros adalah adanya ketertarikan secara fisik dan
perasaan ingin memiliki orang yang dicintai.
7. Cinta Philia
Cinta
Philia adalah perasaan cinta yang timbul dalam hubungan persahabatan
antar manusia. Jenis cinta ini terjadi bukan karena hawa nafsu namun
karena adanya rasa percaya dan rasa persahabatan dengan orang tertentu.
8. Cinta Ludus
Cinta
ludus adalah perasaan cinta seseorang terhadap orang lain tapi sifatnya
hanya main-main tanpa ada komitmen. Ciri khusus orang yang merasakan
cinta Ludus adalah sifat kekanak-kanakan dan suka memberikan rayuan
gombal kepada orang yang dicintainya.
TIMBULNYA KEMESRAAN
Kemesraan
berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan
berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan
juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata.
Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang
dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
1. Kemesraan
dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas
yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang
menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
2. Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan.
Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa
sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
3. Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia
sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
ADANYA PEMUJAAN
Pemujaan
adalah dimana kita memuja atau mengagungkan sesuatu yang kita senangi.
Pemujaan dapat dilakukan dalam berbagai aspek seperti memuja pada
leluhur,memuja pada agama tertentu dan kepercayan yang ada. Seperti
Pemujaan pada leluhur adalah suatu kepercayaa bahwa para leluhur yang
telah meninggal masih memiliki kemampuan untuk ikut mempengaruhi
keberuntungan orang yang masih hidup. Dalam beberapa budaya Timur, dan
tradisi penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan leluhur adalah untuk
menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada orang hidup, dan
kadang-kadang untuk meminta suatu tuntunan atau bantuan dari leluhur.
Fungsi sosial dari pemujaan leluhur adalah untuk meningkatkan
nilai-nilai kekeluargaan, seperti bakti pada orang tua, kesetiaan
keluarga, serta keberlangsungan garis keturunan keluarga.
TIMBULNYA BELAS KASIH
Belas
kasihan disebut juga dengan kepedulian adalah emosi manusia yang muncul
akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati , perasaan ini
biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain.
Di dalam
kehidupan nyata, jika kita tidak bisa mengubah konsep mementingkan diri
sendiri yang terbentuk sejak lahir ini, sudah pasti kita tidak akan bisa
memperlakukan orang lain dengan belas kasih. Setelah benar-benar masuk
dalam jalan kultivasi, saya baru berangsur-angsur memahami makna belas
kasih.
Hati yang
berbelas kasih bisa menghubungkan energi dan menginisiasi energi yang
tanpa batas. Belas kasih itu sendiri merupakan suatu medan energi yang
sangat besar.
Seberapa
besar kelapangan dada seseorang, seberapa besar pula energi yang bisa
dia dapatkan. Jika seseorang selalu memiliki hati belas kasih, maka
kelapangan dada yang dia miliki juga bisa berlimpah-limpah bagaikan alam
semesta, dia akan memiliki energi teramat besar hingga mampu
menaklukkan segala-galanya.
Ketika
seseorang bisa mengunakan belas kasihnya untuk mengubah musuhnya, pada
saat itu energi semacam itu akan menjadi senjata yang lebih ampuh bila
dibandingkan dengan pisau dan pedang.
Seorang yang
berbelas kasih, akan bermurah hati dan mengalah saat menerima serangan
dari pihak lawan, akan membalas sindiran dan olokan orang dengan
senyuman, akan dengan besar hati memaafkan kesalahan dan kesalah pahaman
orang lain. Ia tidak tergesa-gesa dan tenang-tenang saja, menahan
penghinaan tanpa berargumen, pikirannya penuh keprihatinan dan rasa
kasihan atas penderitaan yang dialami oleh makhluk hidup, bersikap
hambar dan tidak gentar, semua itu adalah sikap hati dari sang sadar
yang kekal abadi.
Belas kasih
memperlakukan seseorang tidak membutuhkan ucapan kata-kata yang terlalu
banyak, tersenyum simpul saja sudah bisa meneruskan pikiran baik belas
kasih ini kepada orang lain. Belas kasih merupakan suatu energi yang
nyata, dia bisa melumerkan es dan salju yang berada di dalam hati
manusia.
Menghadapi
konflik antar manusia atau sekat diantara para kultivator, tidak peduli
mereka berusaha dengan cara manusia yang manapun untuk menghilangkan,
tidak akan mendapatkan cara penyelesaian secara tuntas, hal ini
disebabkan oleh karena cara manusia itu kekurangan energy Tetapi
kekuatan dari belas kasih bisa menguraikan segala permusuhan, sehingga
membuat segala perputaran sebab dan akibat yang berada didunia ini
mendapatkan penyelesaian baik. Pancaran sinar belas kasih melebihi
beribu-ribu kata, ia bisa membuat dendam dan sekatan yang berada di
antara hati manusia dengan sekejab hilang tanpa berbekas.
No comments:
Post a Comment